Thursday, February 9, 2012

Embah Wedok

Aku menulis dari dalam hati, walaupun lakaran nya tak kelihatan tapi pedih dan jiwa songsang ini terasa berdetak amat ku rasakan. Sejak 25 Januari 2012 lepas aku dengar berita embah jatuh dimamah usia. Walaupun sebelum ni usia embah makin getir dimamah hari, tapi aku redha jika ketentuan nya begini. Saban hari aku tak sabar menunggu embah kembali pulih.

25 Januari 2012 itu embah jatuh ditimpa stroke. 2 hari sebelum sudah aku baru pulang menemui embah tapi lusa nya aku dengar berita kurang baik itu. Hati aku remuk. Pada saat itu aku sangat perlu seseorang aku butuh perhatian seseorang yang mampu menanggung menjadi pendamping duka. Aku akur jika di saat itu aku hanya berteman air mata, tidur bertaman kepenatan.
Oh Tuhan, kelmarin aku bisik pada embah wedok, "Embah.. Nurul tak pandai jaga embah bila tengah sakit, Tapi Nurul nak embah tahu, embah kena cepat baik sebab Nurul takkan duduk KL lagi dan tinggal embah tapi akan selamanya di Johor untuk Embah, Abah dan Emak. Embah cepat sembuh ya" 

Embah Wedok seperti teman baik, sahabat akrab, tempat aku mengadu segala nya dan tempat aku peluk dia bila malam malam aku sunyi.  Aku tak mampu lagi Tuhan.